RESUME MATERI HARI KEDUA PKKMB 2025


    MATERI 1

Oleh Pak Ainun Najib Ahli IT Indonesia
Tema: Perguruan Tinggi di Era Digital dan Revolusi Industri

    Perguruan tinggi di era digital dan revolusi industri mengalami transformasi besar dalam cara mereka berfungsi, mengajar, dan berinteraksi dengan mahasiswa serta masyarakat. Berikut adalah beberapa aspek utama dari perubahan tersebut:
1. Pembelajaran Digital dan Online  
Penggunaan platform e-learning, MOOC (Massive Open Online Courses), dan webinar memungkinkan akses pendidikan yang lebih luas dan fleksibel. Mahasiswa akan dapat belajar kapan saja dan di mana saja, meningkatkan inklusivitas dan efisiensi.
2. Kurikulum Berbasis Teknologi  
Integrasi teknologi terbaru seperti kecerdasan buatan, big data, dan Internet of Things (IoT) ke dalam kurikulum, pengembangan program studi baru yang relevan dengan kebutuhan industri, perguruan tinggi menyesuaikan kurikulum untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi otomasi, robotika, dan analitik data.
3. Fokus pada soft skills 
Seperti kreativitas, kolaborasi, dan pemecahan masalah.
4. Program pertukaran mahasiswa dan dosen secara virtual maupun fisik.

5. Peran Perguruan Tinggi sebagai Inovator dan Penggerak Revolusi Industri  
6. Perguruan tinggi tidak hanya mengajar tetapi juga menjadi pusat inovasi dan penelitian terapan.
7. Pengembangan startup dan inkubator bisnis berbasis teknologi.
Secara keseluruhan, perguruan tinggi di era digital dan revolusi industri harus mampu beradaptasi dengan cepat agar tetap relevan dan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten di era yang penuh perubahan ini.

    MATERI 2

Oleh Prof. Dr. Haryono Umar, SE., Ak., M.Sc., CA - Guru Besar UMJ dan Wakil Rektor Perbanas Institute, Wakil Ketua KPK Tahun 2007-2011
Tema: Generasi Muda Berintegritas Anti Korupsi

    Korupsi adalah kanker yang menggerogoti sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia merampas hak-hak rakyat, menghambat pembangunan, dan merusak kepercayaan publik. Melawan korupsi bukan hanya tugas aparat penegak hukum atau pemerintah, tapi tanggung jawab kolektif seluruh rakyat Indonesia. Generasi muda adalah kunci dan harapan terbesar dalam membangun Indonesia yang bebas korupsi.

1. Kenapa dikatakan bahwa generasi muda sangat penting
- Masa Depan Bangsa: Generasi muda akan menjadi pemimpin, profesional, dan warga negara yang menentukan arah Indonesia di masa depan. Nilai integritas yang ditanamkan sejak dini akan menjadi fondasi bagi kepemimpinan yang bersih.
- Energi dan Inovasi: Generasi muda memiliki energi, kreativitas, dan penguasaan teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk menciptakan sistem transparan, mengawasi penyelenggara negara, dan mengembangkan solusi anti korupsi yang inovatif.
- Pola Pikir Kritis: Generasi muda cenderung lebih kritis, terbuka terhadap perubahan, dan memiliki idealisme yang tinggi. Ini adalah modal penting untuk menantang budaya korupsi yang mengakar.
 - Agen Perubahan (Agent of Change): Sebagai generasi yang akan hidup lebih lama, generasi muda memiliki kepentingan langsung untuk mewarisi Indonesia yang lebih baik, adil, dan sejahtera, bebas dari praktik korupsi.
2. Integritas merupakan senjata utama generasi muda
Integritas adalah fondasi utama perang melawan korupsi. Bagi generasi muda, integritas berarti:
- Kejujuran: Selalu berkata jujur dan bertindak jujur, dalam situasi apapun, baik di depan umum maupun di ruang privat.
- Konsistensi: Antara kata dan perbuatan selalu sejalan. Prinsip yang dipegang tidak berubah-ubah bergantung pada situasi atau tekanan.
- Tanggung Jawab: Memiliki rasa memiliki terhadap tugas dan peran. Menyelesaikan kewajiban dengan sebaik-baiknya tanpa mengharap imbalan yang tidak semestinya.
- Keadilan: Memperlakukan semua orang secara adil, tanpa pandang bulu, dan tidak menggunakan jabatan atau kekuasaan untuk keuntungan pribadi atau golongan.
- Keberanian: Berani mengatakan "TIDAK" pada tawaran suap, gratifikasi, atau praktik koruptif lainnya.
3. Bagaimana generasi muda menjadi garda terdepan anti korupsi?
- Mulai dari Diri Sendiri Tanamkan Nilai Integritas
- Tolak Praktik Kecil yang Mengarah ke Korupsi: Menolak pungutan liar (pungli), tidak menggunakan "jalur belakang" (koneksi) untuk mempercepat urusan, tidak memberi atau terima hadiah yang bisa mempengaruhi keputusan (gratifikasi).
- Hidup Sederhana dan Bertanggung Jawab: Kelola keuangan pribadi dengan bijak, hindari gaya hidup konsumtif yang mendorong mencari jalan pintas.
- Ikut Organisasi/Komunitas: Bergabung dengan organisasi pemuda, OSIS, atau komunitas anti korupsi (seperti relawan KPK, komunitas anti korupsi kampus) untuk belajar dan beraksi bersama.
- Pemanfaatan Teknologi: Sosial Media untuk Pengawasan: Gunakan platform sosial media secara bijak dan bertanggung jawab untuk mengawasi kinerja pemerintah, menyebarkan informasi transparansi, dan mengkritisi kebijakan yang berpotensi koruptif.
- Gunakan Hak Memilih: Gunakan hak suara dengan cerdas dalam pemilu. Pilih calon pemimpin yang memiliki rekam jejak bersih dan berkomitmen anti korupsi.

"Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya." (Ir. Soekarno) - Dan pahlawan anti korupsi masa kini dan masa depan adalah generasi muda yang berintegritas!

    MATERI 3

Oleh KH Ma'ruf Khozin - Ketua Aswaja Center, PWNU Jawa Timur 
Tema: Mahasiswa UNUSA sebagai generasi Aswaja An Nahdliyah

    Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) secara inheren diposisikan sebagai penerus dan pewaris tradisi keilmuan serta keagamaan Aswaja An-Nahdliyah, mengingat universitas ini didirikan dan berafiliasi langsung dengan Nahdlatul Ulama (NU)—organisasi Islam terbesar di Indonesia yang menjadi rujukan utama paham Aswaja An-Nahdliyah. Berikut penjelasan mendalam mengenai peran dan karakteristik mahasiswa UNUSA sebagai generasi Aswaja An-Nahdliyah:
1.⁠ Apa Itu Aswaja An-Nahdliyah?
 Aswaja (Ahlusunnah wal Jama'ah): Merupakan paham keislaman yang mengikuti jejak generasi terbaik (salafus shalih) dalam beragama, berpegang pada Al-Qur'an, Hadis, Ijma Ulama, dan Qiyas.
 An-Nahdliyah: Merujuk pada corak ke-NU-an yang menekankan keseimbangan (tawazun), moderasi (tawassuth), toleransi (tasamuh), dan kemaslahatan (ishlah).
 Ciri Khas:
 Berada di tengah (bukan ekstrem kanan maupun kiri).
 Menghormati keberagaman mazhab (terutama Syafi'iyyah dalam fiqih, Asy'ariyyah/Maturidiyyah dalam akidah, dan Al-Ghazali dalam tasawuf).
 Mengutamakan dampak sosial dari pemahaman agama (fiqih sosial).
2. Peran Mahasiswa UNUSA sebagai Generasi Aswaja An-Nahdliyah
a. Penjaga Tradisi Keilmuan
b. Agen Moderasi Beragama
c. Pejuang Kemaslahatan Sosial
d. Inovator dalam Tradisi
3. Implementasi di Kampus UNUSA
- Kurikulum: Mata kuliah wajib seperti Pendidikan Agama Islam, Ke-NU-an, dan Aswaja An-Nahdliyah yang mengajarkan landasan teologis dan praktis.
- Majelis Taklim: Kajian kitab klasik dan kontemporer.
- Lembaga Semi Otonom (LSO): Seperti PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) atau IPNU/IPPNU yang mengkader aktivis Aswaja.
- Festival Budaya NU: Mengangkat tradisi seperti shalawatan, hadrah, dan dzikir.
4. Tantangan bagi Generasi Aswaja An-Nahdliyah
- Globalisasi dan Radikalisme: Menjaga identitas Aswaja di tengah arus pemikiran transnasional yang ekstrem.
- Disrupsi Digital: Menyebarkan narasi Aswaja yang moderat di ruang maya yang rentan hoaks.
- Relevansi Pemuda: Membuktikan bahwa Aswaja An-Nahdliyah adalah solusi bagi masalah modern, bukan sekadar warisan masa lalu.
 5. Mahasiswa UNUSA sebagai "Generasi Harapan"
Mahasiswa UNUSA bukan sekadar penuntut ilmu, melainkan kader peradaban yang dituntut untuk:
- Menginternalisasi nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah dalam kehidupan pribadi.
- Mengimplementasikan prinsip moderat, toleran, dan maslahah dalam bermasyarakat.
- Mengembangkan tradisi intelektual NU untuk menjawab tantangan zaman.
 

MEDIA SOSIAL UNUSA:

- Facebook         https://www.facebook.com/unusaofficialfb

- Instagram        https://www.instagram.com/unusa_official/

- Youtube           https://www.youtube.com/@unusa_official       

- Twitter ( X )    : https://x.com/unusa_official?lang=en

- Tiktok             : https://www.tiktok.com/@unusa_official

FAKULTAS KESEHATAN: Fakultas Kesehatan - Fakultas UNUSA

Kunjungi blog teman saya: https://pradinavidyaparamita.blogspot.com/2025/09/resume-day-2-pkkmb-unusa.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resume Personal Branding bagi Mahasiswa: Penting Nggak sih?

RESUME MATERI HARI PERTAMA PKKMB 2025