MATERI PKKMB FAKULTAS (2)
MATERI 2
Oleh Bu Atik Qurrota A'yunin Al Isyrofi,S.KIM.,M.Kes
Tema: From Organization to Leadership: Personal Branding for the Next Generation
Hal positif akan membuat 4 tahun kita jadi terasa berharga. Topik "From Organization to Leadership: Personal Branding for the Next Generation" membahas transisi penting dalam karier, yaitu dari sekadar menjadi bagian dari sebuah organisasi (sebagai karyawan atau anggota tim) menjadi seorang pemimpin yang diakui. Fokus utamanya adalah membangun dan mengelola personal branding sebagai alat strategis untuk mencapai tujuan ini. Personal branding adalah persepsi atau reputasi yang dimiliki orang lain tentang diri Anda. Di era digital saat ini, hal ini lebih dari sekadar nama dan gelar Anda. Personal branding mencakup nilai-nilai, keahlian, dan kontribusi unik yang kita tawarkan. Bagi generasi mendatang, personal branding menjadi sangat krusial karena beberapa alasan:
1. Pembeda (Differentiation): Di tengah persaingan yang ketat, personal branding yang kuat membedakan Anda dari orang lain. Hal ini membantu Anda menonjol dan lebih mudah diingat oleh atasan, rekruter, atau calon klien.
2. Visibilitas dan Peluang: Merek yang terkelola dengan baik meningkatkan visibilitas Anda, membuka pintu bagi peluang baru seperti promosi, proyek menarik, atau peran kepemimpinan.
3. Kredibilitas dan Kepercayaan: Merek pribadi yang konsisten dan otentik membangun kepercayaan. Ketika orang melihat Anda sebagai ahli di bidang tertentu, mereka lebih cenderung mengikuti atau mendengarkan ide-ide Anda.
Proses membangun merek pribadi untuk transisi ke posisi kepemimpinan melibatkan beberapa langkah kunci:
1. Identifikasi Jati Diri (Self-Discovery)
2. Nilai Inti (Core Values): Tentukan apa yang paling penting bagi Anda. Apakah itu integritas, inovasi, atau kolaborasi? Nilai-nilai ini akan menjadi fondasi dari merek Anda.
3. Keahlian Unik (Unique Skills): Kenali keahlian dan kekuatan yang membedakan Anda. Ini bukan hanya keahlian teknis (hard skills) tapi juga keahlian lunak (soft skills) seperti komunikasi, empati, dan pemecahan masalah.
Tujuan dan Visi: Tentukan apa yang ingin Anda capai. Visi ini akan memberikan arah yang jelas bagi merek pribadi Anda. Agar dikenal sebagai pemimpin yang inovatif atau pemimpin yang ingin berfokus pada pengembangan tim yang bisa dilakukan yaitu:
1. Membangun Narasi (Crafting Your Narrative)
Setelah mengidentifikasi jati diri, Anda perlu merangkai cerita (narrative) yang kohesif. Cerita ini harus menjelaskan siapa Anda, apa yang Anda lakukan, dan mengapa itu penting. Narrasi ini harus tercermin dalam semua interaksi dan platform Anda, dari profil LinkedIn hingga cara Anda berbicara di rapat.
2. Aktivasi dan Promosi (Activation and Promotion)
Konten Online: Aktiflah di platform profesional seperti LinkedIn. Bagikan wawasan, tulis artikel, atau berpartisipasi dalam diskusi yang relevan dengan bidang Anda. Konten ini menunjukkan keahlian Anda dan membangun kredibilitas.
3. Jejaring (Networking): Bangun hubungan yang otentik dan saling menguntungkan. Hadiri acara industri, terhubung dengan para pemimpin di bidang Anda, dan tawarkan bantuan atau wawasan.
4. Tunjukkan Kepemimpinan (Demonstrate Leadership): Jangan menunggu untuk diberi peran kepemimpinan. Ambil inisiatif dalam proyek, menjadi mentor bagi rekan kerja, atau sukarela untuk memimpin sebuah tim. Tindakan ini menunjukkan bahwa Anda memiliki potensi kepemimpinan bahkan sebelum Anda memiliki gelar resminya.
Tantangan dan Tips untuk Generasi Berikutnya
- Generasi mendatang menghadapi tantangan unik dalam membangun merek pribadi, terutama karena batas antara kehidupan pribadi dan profesional semakin kabur di media sosial.
- Konsistensi adalah Kunci: Pastikan citra yang Anda proyeksikan secara online dan offline konsisten. Inkonsistensi dapat merusak kredibilitas Anda.
- Otentisitas: Jangan mencoba menjadi orang lain. Merek pribadi Anda harus otentik dan mencerminkan diri Anda yang sebenarnya. Orang dapat dengan mudah mendeteksi ketidakjujuran.
Seorang pemimpin bukan hanya memberi perintah tapi harus jadi teladan. kepemimpinan juga dibangun oleh karakter yang mendalam sehingga personal power lebih dominan drpd positional power. Cara mengenal potensi diri (kenali kelebihan dan kekurangan, temukan minat bakat, cari pengalaman baru, evaluasi diri). adapun membangun percaya diri (berani mencoba, fokus pada kekuatan, menjaga lingkungan yang positif dan mendukung). personal branding itu sangat penting karena dapat meningkatkan kepercayaan diri, personal branding yang baik itu akan memperluas relasi serta cenderung dikenal orang lain. personal branding perlu konsistensi dan otentik (jadi diri kita sendiri).

Komentar
Posting Komentar